Adding horisontal dividers
ketik tiga karakter kemudian enter
Hyphens ( --- )
Underscores ( ___ )
Equal Signs ( === )
Hash Signs ( ### )
Asterisks ( *** )
Tildes ( ~~~ )
langsung di praktekin aja ya biar ketahuan hasilnya
Membuat table secara tepat
mulai dengan mengetik + dan di sambung dengan mengetik - sampai mendapatkan kolom yang diinginkan dan akhiri dengan + kemudian enter
contoh +-+-+ berarti itu 2 kolom (lihat - mewakili dari kolom)
untuk menambah baris: letakkan pointer ke akhir cell dari tabel kemudian tekan TAB
Select vertical block of text
Tekan Alt+drag
Cara cepat menduplikasi text
1. Pilih text yang ingin di duplikasikan
2. Tekan dan tahan tombol CTRL
3. Kemudian drag teks dengan menggunakan mouse ke tempat yang diinginkan
Mengganti ukuran font dengan cepat
1. Blok teks yang ingin di ganti ukuran hurufnya
2. Tekan:
CTRL+SHIFT+> - Untuk menambah ukuran
CTRL+SHIFT+< - Untuk mengurangi ukuran
Merubah case of text
Pilih text yang akan dirubah kemudian tekan SHIFT+F3
text case berubah antara Title Case, UPPERCASE, dan lowercase
Memasukan current date dan time
Letakkan kursor dimana hendak ditampilkan date dan time
untuk insert date, tekan ALT+SHIFT+D
untuk insert time, tekan ALT+SHIFT+T
menutup semua dokumen word tanpa closing word
Shift + click File menu kemudian pilih Close All
List lengkap shortcut key
Command Name Modifiers Key Menu
About Help
All Caps Ctrl+Shift+ A
Annotation Alt+Ctrl+ M
App Maximize Alt+ F10
App Restore Alt+ F5
Apply Heading1 Alt+Ctrl+ 1
Apply Heading2 Alt+Ctrl+ 2
Apply Heading3 Alt+Ctrl+ 3
Apply List Bullet Ctrl+Shift+ L
Arrange All Window
Auto Correct Tools
Auto Format Alt+Ctrl+ K
Auto Format Begin Format
Auto Summarize Begin Tools
Auto Text F3
Auto Text Alt+Ctrl+ V
Background Fill Effect Format Background
Background More Colors Format Background
Bold Ctrl+ B
Bold Ctrl+Shift+ B
Bookmark Ctrl+Shift+ F5 Insert
Bookshelf Lookup
Reference Tools
Break Insert
Browse Next Ctrl+ Page Down
Browse Prev Ctrl+ Page Up
Browse Sel Alt+Ctrl+ Home
Cancel Esc
Center Para Ctrl+ E
Change Case Format
Change Case Shift+ F3
Char Left Left
Char Left Extend Shift+ Left
Char Right Right
Char Right Extend Shift+ Right
Clear Del Edit
Clip Art Picture Menu
Close File
Close Pane Alt+Shift+ C
Column Break Ctrl+Shift+ Enter
Column Select Ctrl+Shift+ F8
Tunggu section berikutnya ...
Selasa, 03 Februari 2009
Rabu, 24 Desember 2008
Sultan Muhammad II
Sultan Muhammad II (Di Eropa dikenal dengan nama Sultan Mehmed II) : Sang Penakluk Dracula
Sultan Mehmed II (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481 M) terkenal dengan julukan al Fatih (sang Penakluk). Dia diangkat menjadi sultan pada usia sangat muda pada tahun 1444 M. Masa pemerintahan pertamanya ini tidak berlangsung lama, hanya dua tahun. Sekitar lima tahun kemudian, pada saat usianya 24 tahun, dia memerintah lagi hingga tahun 1481 M.
Sultan Murad merupakan ayah dari Sultan Mehmed II. Sejak kecil Sultan Mehmed II dididik dengan sederhana. Seperti sebagian besar anak bangsawan lainnya dia memelajari segala macam ilmu pengetahuan, agama dan kemiliteran. Semua itu berpengaruh ketika dia menginjak dewasa. Ketika dewasa, Sultan Mehmed II tumbuh menjadi pemuda yang tampandengan bentuk badan tegap, kuat dan tinggi. Pipinya putih kemerah-merahan.
Nama Sultan Mehmed II melambung ketika ia berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Inilah yang membuat dirinya mendapat julukan al Fatih (Sang Penakluk).
Perang Konstantinopel merupakan perang besar menjelang akhir perang salib. Perang ini berlangsung sejak bulan April hingga Mei 1453 M. Pasukan Turki yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II dilengkapi dengan senjata modern, yaitu meriam dengan panjang 28 kaki, kaliber 8 inci. Senjata inilah yang menghujani Konstantinopel selama beberapa minggu.
Sejarah mencatat bahwa selain pemberani Sultan Mehmed II terkenal karena kecerdikannya. Dia mengetahui legenda lama Konstantinopel yang sudah mengakar dikalangan penduduk bahwa kota tersebut tak akan jatuh ketika bulan purnama. Maka dengan sabar Sultan Mehmed II menunggu saat bulan purnama berlalu. Ketika bulan sudah berbentuk sabit, Sultan Mehmed II mulai melakukan penyerangan hingga Konstantinopel jatuh pada 22 Mei 1453 M.
Bagi Sultan Mehmed II penaklukan Konstantinopel merupakan hal penting. Dengan jatuhnya Konstantinopel berarti jatuh pula benteng pasukan salib di Eropa Timur. Hal ini akan membuat agama Islam dengan mudah tersebar ke Eropa setelah selama berabad-abad dihambat oleh Kekaisaran Bizantium, dan sekaligus untuk menandai kejayaan Kerajaan Turki Ottoman.
Selama memerintah, Sultan Mehmed II dikenal sebagai sultan yang rendah hati. Dia menghormati pemeluk agama lain untuk tetap menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan lain. Tempat-tempat ibadah yang dirusak akibat perang dia perbaiki.
Selain dikenal sebagai sultan yang tinggi toleransinya, Sultan Mehmed II juga terkenal kecintaannya pada ilmu pengetahuan. Semasa memerintah dia mendirikan beberapa universitas. Dia juaga mengundang para ilmuan dari Italia dan Yunani untuk berdiskusi. Pada ilmuwan-ilmuwan tersebut dia meminta agar karya-karya latin diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Dan, dia juga meminta pada Gentile Bellini dari Venesia untuk melukis dirinya.
Dalam bidang pemerintahan Sultan Mehmed II juga bisa dikatakan sebagai pembaharu. Dia sultan pertama yang mengkondifikasikan hukum kriminal dan konstitusi jauh sebelum Sultan Sulaiman.
Satu hal lagi yang selama ini belum dikenal adalah peranan Sultan Mehmed II dalam mengakhiri kekejaman Dracula, seorang Pangeran dari Wallachia yang terkenal karena kekejamannya. Dua kali dia mengerahkan pasukannya untuk menangkap Dracula. Pada serangan pertama Dracula bisa melarikan diri, tapi pada serangan kedua akhirnya Dracula terbunuh tidak jauh dari Danau Snagov. Keberhasilan Sultan Mehmed II dalam membunuh Dracula inilah yang digelapkan oleh Barat. Mereka—Barat—berusaha agar sosok Sultan Mehmed II semakin hilang. Maka ketika sosok Dracula diangkat oleh Barat sosok Sultan Mehmed II tidak disebut-sebut.
Sumber :
Buku : Dracula Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib
Penulis : Hyphatia Cnejna
Penerbit : Navila idea Yogyakarta.
Sultan Mehmed II (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481 M) terkenal dengan julukan al Fatih (sang Penakluk). Dia diangkat menjadi sultan pada usia sangat muda pada tahun 1444 M. Masa pemerintahan pertamanya ini tidak berlangsung lama, hanya dua tahun. Sekitar lima tahun kemudian, pada saat usianya 24 tahun, dia memerintah lagi hingga tahun 1481 M.
Sultan Murad merupakan ayah dari Sultan Mehmed II. Sejak kecil Sultan Mehmed II dididik dengan sederhana. Seperti sebagian besar anak bangsawan lainnya dia memelajari segala macam ilmu pengetahuan, agama dan kemiliteran. Semua itu berpengaruh ketika dia menginjak dewasa. Ketika dewasa, Sultan Mehmed II tumbuh menjadi pemuda yang tampandengan bentuk badan tegap, kuat dan tinggi. Pipinya putih kemerah-merahan.
Nama Sultan Mehmed II melambung ketika ia berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Inilah yang membuat dirinya mendapat julukan al Fatih (Sang Penakluk).
Perang Konstantinopel merupakan perang besar menjelang akhir perang salib. Perang ini berlangsung sejak bulan April hingga Mei 1453 M. Pasukan Turki yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II dilengkapi dengan senjata modern, yaitu meriam dengan panjang 28 kaki, kaliber 8 inci. Senjata inilah yang menghujani Konstantinopel selama beberapa minggu.
Sejarah mencatat bahwa selain pemberani Sultan Mehmed II terkenal karena kecerdikannya. Dia mengetahui legenda lama Konstantinopel yang sudah mengakar dikalangan penduduk bahwa kota tersebut tak akan jatuh ketika bulan purnama. Maka dengan sabar Sultan Mehmed II menunggu saat bulan purnama berlalu. Ketika bulan sudah berbentuk sabit, Sultan Mehmed II mulai melakukan penyerangan hingga Konstantinopel jatuh pada 22 Mei 1453 M.
Bagi Sultan Mehmed II penaklukan Konstantinopel merupakan hal penting. Dengan jatuhnya Konstantinopel berarti jatuh pula benteng pasukan salib di Eropa Timur. Hal ini akan membuat agama Islam dengan mudah tersebar ke Eropa setelah selama berabad-abad dihambat oleh Kekaisaran Bizantium, dan sekaligus untuk menandai kejayaan Kerajaan Turki Ottoman.
Selama memerintah, Sultan Mehmed II dikenal sebagai sultan yang rendah hati. Dia menghormati pemeluk agama lain untuk tetap menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan lain. Tempat-tempat ibadah yang dirusak akibat perang dia perbaiki.
Selain dikenal sebagai sultan yang tinggi toleransinya, Sultan Mehmed II juga terkenal kecintaannya pada ilmu pengetahuan. Semasa memerintah dia mendirikan beberapa universitas. Dia juaga mengundang para ilmuan dari Italia dan Yunani untuk berdiskusi. Pada ilmuwan-ilmuwan tersebut dia meminta agar karya-karya latin diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Dan, dia juga meminta pada Gentile Bellini dari Venesia untuk melukis dirinya.
Dalam bidang pemerintahan Sultan Mehmed II juga bisa dikatakan sebagai pembaharu. Dia sultan pertama yang mengkondifikasikan hukum kriminal dan konstitusi jauh sebelum Sultan Sulaiman.
Satu hal lagi yang selama ini belum dikenal adalah peranan Sultan Mehmed II dalam mengakhiri kekejaman Dracula, seorang Pangeran dari Wallachia yang terkenal karena kekejamannya. Dua kali dia mengerahkan pasukannya untuk menangkap Dracula. Pada serangan pertama Dracula bisa melarikan diri, tapi pada serangan kedua akhirnya Dracula terbunuh tidak jauh dari Danau Snagov. Keberhasilan Sultan Mehmed II dalam membunuh Dracula inilah yang digelapkan oleh Barat. Mereka—Barat—berusaha agar sosok Sultan Mehmed II semakin hilang. Maka ketika sosok Dracula diangkat oleh Barat sosok Sultan Mehmed II tidak disebut-sebut.
Sumber :
Buku : Dracula Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib
Penulis : Hyphatia Cnejna
Penerbit : Navila idea Yogyakarta.
Latihan Bab 7 Modul Java
//Latihan Bab 7.7.1 dengan For
public class ArrayHari {
public static void main(String[] args) {
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
for (int i=0;i System.out.println("Hari ke "+ i +" adalah "+days[i]);
}
}
}
//Latihan Bab 7.7.1 dengan while
public class ArrayHariWhile {
public static void main(String[]args){
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
int i=0;
while (i System.out.println("Hari ke "+ i +" adalah "+days[i]);
i++;
}
}
}
//Latihan Bab 7.7.1 dengan while
public class ArrayHariDo {
public static void main (String[]args) {
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
int i=0;
do {
System.out.println("Hari ke "+ i +" adalah "+days[i]);
i++;
}
while(i }
}
public class ArrayHari {
public static void main(String[] args) {
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
for (int i=0;i
}
}
}
//Latihan Bab 7.7.1 dengan while
public class ArrayHariWhile {
public static void main(String[]args){
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
int i=0;
while (i
i++;
}
}
}
//Latihan Bab 7.7.1 dengan while
public class ArrayHariDo {
public static void main (String[]args) {
String days[] = {"Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"};
int i=0;
do {
System.out.println("Hari ke "+ i +" adalah "+days[i]);
i++;
}
while(i
}
Sabtu, 20 Desember 2008
Array dalam Java
Array adalah sekumpulan variabel yang memiliki tipe data yang sama dan
dinyatakan dengan nama yang sama. Array merupakan konsep yang penting dalam
pemrograman, karena array memungkinkan untuk menyimpan data maupun referensi
objek dalam jumlah banyak dan terindeks. Array menggunakan indeks integer untuk
menentukan urutan elemen-elemennya, dimana elemen pertamanya dimulai dari
indeks 0, elemen kedua memiliki indeks 1, dan seterusnya.
dinyatakan dengan nama yang sama. Array merupakan konsep yang penting dalam
pemrograman, karena array memungkinkan untuk menyimpan data maupun referensi
objek dalam jumlah banyak dan terindeks. Array menggunakan indeks integer untuk
menentukan urutan elemen-elemennya, dimana elemen pertamanya dimulai dari
indeks 0, elemen kedua memiliki indeks 1, dan seterusnya.
Mendeklarasikan variabel array
Contoh Pendeklarasian array :
int [] days;
atau int days[];
Mendefinisikan array
contoh :
days = new int[6];
atau bisa juga ditulis dengan :
int days[] = new int[6];
array memiliki ukuran yang tetap dalam arti tidak dapat membesar atau mengecil ukurannya setelah didefinisikan. Setelah didefinisikan, maka variabel dengan nama days dapat menyimpan 6 nilai integer yang dapat diakses melalui indeks 0 sampai indeks 5. Setelah pendefinisian array, maka memori akan dialokasikan untuk menyimpan data dari array. Proses ini di java disebut sebagai instantiation (istilah dalam java yang berarti membuat).
selain menggunakan sebuah pernyataan new untuk meng-instantiate array, anda juga dapat mendeklarasikan, membangun, kemudian memberikan sebuah nilai pada array sekaligus dalam sebuah peryataan.
contoh:
//membuat sebuah array String dengan identifier days. Array ini terdiri dari 7 elemen.
String days[] = {"Mon","Tue","Wed","Thu","Fri","Sat","Sun"};
Mengakses elemen array
untuk mengakses sebuah elemen dalam array, atau mengakses sebagian dari array, Anda harus menggunakan sebuah angka atau yang disebut sebagai indeks atau subscript.
Pada saat memasukkan nilai ke dalam array, sebuah nomor indeks atau subscript telah diberikan kepada tiap anggota array, sehingga program dan programmer dapat mengakses setiap nilai pada array apabila dibutuhkan. Nilai indeks selalu dalam tipe integer, dimulai dari angka nol dan dilanjutkan ke angka berikutnya sampai akhir array. Sebagai catatan bahwa indeks didalam array dimulai dari 0 sampai dengan (ukuranArray-1).
berikut contoh kode untuk mencetak seluruh elemen didalam array. Dalam contoh ini digunakan pernyataan for loop :
public class JumlahHari {
public static void main (String [] args) {
int days[] = new int[6];
for (int i=0;i<6;i++) {
System.out.print(days[i]);
}
}
}
Panjang array
Untuk mengetahui berapa banyak elemen didalam sebuah array, Anda dapat menggunakan atribut length dari array. Atribut ini akan mengembalikan ukuran dari array itu sendiri. Sebagai contoh : arrayName.length .
Pada contoh sebelumnya, kita dapat menuliskannya kembali seperti berikut ini,
public class JumlahHari {
public static void main (String [] args) {
int days[] = new int[6];
for (int i=0;i<days.length;i++) {
System.out.print(days[i]);
}
}
}
petunjuk :
pada saat pembuatan for loop untuk memproses elemen-elemen dalam array, gunakanlah atribut length yang diletakkan di dalam bagian pengkondisian dari for loop. Hal ini akan menyebabkan loop secara otomatis menyesuaikan diri terhadap ukuran array yang berbeda-beda.
Array Multidimensi
Array multidimensi diimplementasikan sebagai array yang terletak di dalam array. Array multidimensi dideklarasikan dengan menambahkan jumlah tanda kurung setelah nama array. Sebagai contoh :
//String array 4 baris x 2 kolom
String[] [] friends = { { "haryo","kemayoran"},
{"vindi","cibubur"},
{"detha","depok baru"},
{"haris","depok lama"}};
untuk mengakses sebuah elemen didalam array multidimensi, sama saja dengan mengakses array satu dimensi. Misalnya saja, untuk mengakses elemen pertama dari baris pertama didalam array friends, kita akan menulis,
System.out.print(friends[0] [0] );
kode diatas akan mencetak String "haryo" di layar.
Kamis, 18 Desember 2008
ujian praktikum java Universitas Gunadarma
//menu ujian praktikum java gunadarma
import javax.swing.*;
public class menu { public static void main(String[] args){ String inputMenu = JOptionPane.showInputDialog("===Menu===\n1.Kondisi\n2.Perulangan\n3.Keluar\nPilihan Anda : "); int pilih = Integer.parseInt(inputMenu); switch (pilih) { case 1:{ String inputBil = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan bilangan : "); int bil = Integer.parseInt(inputBil); String ket=(bil%2==0?"Genap":"Ganjil"); System.out.println("Bilangan :"+ket); System.exit(0); break; } case 2:{ String inputBil=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bilangan : "); int bil=Integer.parseInt(inputBil); int hasil=0; for(int i=1;i<=bil;i++) { hasil += i; if(i !=bil) { System.out.print(i + " + "); } else { System.out.print(i + " = "); } } System.out.println(hasil); break; } case 3: { System.out.println("Terima kasih"); break; } default : { System.out.println("Maaf, anda salah pilih"); break; } } } }
import javax.swing.*;
public class menu { public static void main(String[] args){ String inputMenu = JOptionPane.showInputDialog("===Menu===\n1.Kondisi\n2.Perulangan\n3.Keluar\nPilihan Anda : "); int pilih = Integer.parseInt(inputMenu); switch (pilih) { case 1:{ String inputBil = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan bilangan : "); int bil = Integer.parseInt(inputBil); String ket=(bil%2==0?"Genap":"Ganjil"); System.out.println("Bilangan :"+ket); System.exit(0); break; } case 2:{ String inputBil=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bilangan : "); int bil=Integer.parseInt(inputBil); int hasil=0; for(int i=1;i<=bil;i++) { hasil += i; if(i !=bil) { System.out.print(i + " + "); } else { System.out.print(i + " = "); } } System.out.println(hasil); break; } case 3: { System.out.println("Terima kasih"); break; } default : { System.out.println("Maaf, anda salah pilih"); break; } } } }
Langganan:
Postingan (Atom)